TNI-Polri Dukung 13 Kepala Suku Deklarasi Nyatakan Keerom Tetap Aman dan Damai

    TNI-Polri Dukung 13 Kepala Suku Deklarasi Nyatakan Keerom Tetap Aman dan Damai

    PAPUA, Keerom – Aparat kewilayahan bersama tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Kabupaten Keerom bergerak cepat membentengi wilayah dari potensi imbas konflik sosial luar daerah. Demi menjaga stabilitas keamanan, Babinsa Koramil 1701-23/Skanto, Serda Jodi Bonari, menghadiri pertemuan Pengurus Rukun Keluarga Pegunungan Tengah (RKPT) sekaligus penyampaian imbauan Kamtibmas di Kantor Kampung Intaimelyan, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Kamis (21/5/2026).

    ​Pertemuan krusial yang diinisiasi sebagai respons atas perang suku antara kelompok masyarakat Lani Jaya dan Kurima Yahukimo di Wamena ini dipimpin langsung oleh Ketua RKPT, Simon Kossay. Agenda tersebut turut dihadiri jajaran Polres Keerom, tokoh pemuda, serta 13 kepala suku dari wilayah Pegunungan Tengah yang kini berdomisili di Kabupaten Keerom.

    ​Dalam arahannya, Ketua RKPT Simon Kossay menginstruksikan dengan tegas agar seluruh masyarakat Pegunungan Tengah di Keerom tidak terprovokasi, apalagi mencoba membawa sentimen konflik ke tanah Keerom.

    ​"Perang suku adalah tindakan brutal yang merusak nilai-nilai adat dan persaudaraan. Karena itu, seluruh kepala suku wajib mengendalikan warganya masing-masing agar situasi di Keerom tetap aman, sejuk, dan damai, " ujar Simon tegas.

    ​Apresiasi senada datang dari pihak kepolisian. Mewakili Kapolres Keerom, Kompol Katman memuji kedewasaan sikap masyarakat Pegunungan Tengah di Keerom yang terbukti tidak mudah tersulut isu provokatif dari luar daerah.

    ​Di tempat yang sama, Kasat Intelkam Polres Keerom, AKP Selkius Lakburlawal, mengajak seluruh elemen untuk memperkuat sinergitas dan deteksi dini terhadap potensi gangguan Kamtibmas. Ia juga mengimbau warga agar memercayakan sepenuhnya penyelesaian konflik di daerah asal kepada aparat berwenang.

    ​Sementara itu, Babinsa Kampung Intaimelyan Serda Jodi Bonari menegaskan bahwa TNI melalui aparat teritorial siap berdiri di garda terdepan bersama Polri dan masyarakat untuk mengawal keamanan Distrik Skanto maupun Kabupaten Keerom secara umum.

    ​"Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan menyaring setiap informasi yang beredar. Mari kita kedepankan komunikasi dan semangat persaudaraan dalam menyikapi setiap persoalan, " tutur Serda Jodi.

    ​Dalam sesi dialog, sejumlah tokoh adat secara senada menyuarakan penolakan keras terhadap masuknya sentimen konflik luar daerah demi menjaga kedamaian yang selama ini telah terpelihara dengan baik di Keerom.

    ​Sebagai penutup, pertemuan tersebut menghasilkan komitmen tertulis berupa pembacaan Surat Pernyataan Sikap oleh delapan kepala suku perwakilan Provinsi Papua Pegunungan.

    ​3 Poin Utama Pernyataan Sikap Kepala Suku: ​Menolak keras segala bentuk perang suku; ​Mendukung penuh upaya penyelesaian konflik melalui mekanisme hukum dan adat di daerah asal; ​Berkomitmen penuh menjaga situasi damai di Tanah Tabi, khususnya di Kabupaten Keerom.

    ​Rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kehangatan. Pertemuan ini menjadi bukti nyata komitmen kolektif dalam menjaga stabilitas keamanan serta mempererat persatuan masyarakat di wilayah perbatasan Papua. ​(Redaksi Papua)

    Anker Putra Cyklop

    Anker Putra Cyklop

    Artikel Sebelumnya

    Serda Jodi Ajak Warganya Produktif Manfaatkan...

    Artikel Berikutnya

    Libatkan Tokoh Adat dan Pemilik Hak Ulayat,...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Jelang Peresmian Gua Bunda Maria, Yonif 734/SNS dan Warga Iwur Gotong Royong
    Satgas Yonif 407/PK Rajut Persaudaraan di Senggi, Ibadah Bersama Warga hingga Berbagi Buku
    Kompak Padamkan Kebakaran, Babinsa Harapan Makmur, BPBD dan Warga Selamatkan Lingkungan Dari Amukan Api
    Danyonif TP 804/DBAY Terjun Langsung ke TKP, Pimpin Pasukan Padamkan Karhutla di Wilayah Nabire
    Surat Keysa Dijawab, Kepala Staf Angkatan Darat  Perintahkan Prajurit Segera Bangun Jembatan Gantung

    Ikuti Kami