Libatkan Tokoh Adat dan Pemilik Hak Ulayat, Asren dan Dandim Survei Lokasi Pembangunan Yon Armed

    Libatkan Tokoh Adat dan Pemilik Hak Ulayat, Asren dan Dandim Survei Lokasi Pembangunan Yon Armed

    PAPUA, Keerom – Komitmen TNI Angkatan Darat dalam memperkuat sistem pertahanan di wilayah perbatasan RI–Papua Nugini (PNG) terus diwujudkan secara nyata. Salah satu langkah strategis tersebut ditandai dengan pelaksanaan survei kedua lokasi rencana pembangunan Markas Batalyon Artileri Medan (Yon Armed) di Kampung Saefen 42, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Papua, Sabtu (23/5/2026).

    Kegiatan peninjauan dipimpin langsung oleh Asisten Perencanaan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Arm Viktor Jacob Lucas L., S.Sos., M.Tr.(Han)., bersama Dandim 1701/Jayapura Kolonel Inf Taufik Hidayat. Turut mendampingi Plh. Danramil 1701-23/Skanto Peltu Djulianto beserta jajaran Babinsa setempat.

    Survei lanjutan ini merupakan bagian dari tahapan awal untuk memastikan kesiapan lahan sekaligus memantapkan perencanaan pembangunan satuan tempur strategis di wilayah perbatasan. Selain melibatkan unsur militer, kegiatan tersebut juga mengedepankan pendekatan humanis melalui komunikasi aktif dan koordinasi bersama masyarakat adat setempat.

    Kehadiran para tokoh adat dan pemilik hak ulayat menjadi wujud bahwa pembangunan infrastruktur pertahanan di Papua dilaksanakan dengan menjunjung tinggi dialog, penghormatan terhadap nilai-nilai kearifan lokal, serta semangat kerja sama antara TNI dan masyarakat.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Pabandya Progdam XVII/Cenderawasih Letkol Czi Wisnu, Pasilogdim 1701/Jayapura Mayor Inf Wahyu Kuncoro, pemilik hak ulayat Beni Waskay, Ondoafi Ulop Demianus Ulop, serta Kepala Suku L Seng Ismail Ulop.

    Dalam rangka memastikan keakuratan batas wilayah serta mengantisipasi potensi sengketa lahan di masa mendatang, Tim Topografi Kodam XVII/Cenderawasih diterjunkan langsung untuk melaksanakan pemetaan digital berbasis teknologi modern.

    Penggunaan drone atau wahana udara tanpa awak dilakukan guna memetakan area secara real-time dan presisi. Setelah proses pemetaan udara selesai, rombongan melanjutkan pengecekan lapangan dengan meninjau langsung batas-batas lahan secara terestrial.

    Di sela kegiatan, Dandim 1701/Jayapura Kolonel Inf Taufik Hidayat menegaskan bahwa validasi batas lahan menjadi tahapan penting dalam mendukung perencanaan pembangunan pangkalan serta akses infrastruktur ke depan.

    “Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan batas-batas tanah secara fisik sehingga nantinya dapat ditentukan estimasi dan blueprint pembangunan jalan utama menuju lokasi penempatan Yon Armed di Kampung Saefen 42, ” ujar Dandim.

    Secara geopolitik dan geostrategis, pembangunan Batalyon Armed di Kabupaten Keerom dinilai memiliki peranan penting dalam mendukung stabilitas keamanan nasional, khususnya di wilayah yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini.

    Keberadaan satuan tempur tersebut diharapkan mampu memperkuat pengamanan wilayah perbatasan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi ancaman dan gangguan keamanan.

    Selain memperkuat aspek pertahanan, pembangunan Markas Yon Armed juga diyakini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, mulai dari terbukanya akses jalan baru, tumbuhnya aktivitas ekonomi lokal, hingga meningkatnya peluang usaha bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Distrik Skanto.

    Di sisi lain, kehadiran satuan TNI di wilayah tersebut diharapkan semakin memperkuat pembinaan teritorial serta memberikan rasa aman bagi masyarakat perbatasan.

    Melalui sinergi antara jajaran TNI, dukungan teknologi pemetaan modern, serta keterlibatan aktif para tokoh adat dan pemilik hak ulayat, rencana pembangunan Markas Yon Armed di Distrik Skanto diharapkan menjadi simbol kolaborasi harmonis antara kepentingan pertahanan negara dan masyarakat Papua dalam menjaga kedaulatan NKRI di kawasan timur Indonesia. (Redaksi Papua)

    Anker Putra Cyklop

    Anker Putra Cyklop

    Artikel Sebelumnya

    TNI-Polri Dukung 13 Kepala Suku Deklarasi...

    Artikel Berikutnya

    Menuju Papua Mandiri Pangan, Pemerintah...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    TNI Bersama Rakyat Tanam 1.000 Mangrove, Jaga Pesisir Pantai Payum Merauke Agar Tetap Lestari
    Danbrigif 82/WKB Beri Pengarahan ke Yonif TP 820/DAAI: Disiplin dan Profesionalisme Kunci Utama
    Pangdam IV/Diponegoro Ziarah ke Makam Pangeran Diponegoro di Makassar
    Kepala Kampung Baad Merauke: Terimakasih Bapak Kasad, 6 Jembatan Aramco Rampung Dibangun
    TNI Mengajar di Okpol, Yonif 734/SNS Kobarkan Semangat Belajar Anak Papua

    Ikuti Kami